HARMONI SOSIAL SEBAGAI CITA-CITA TUHAN
(MEMBANGUN BANGSA INDONESIA YG BERADAB)
OLEH
ANDRY WIBOWO, SIK,MH,MSI
A. TUHAN
DAN PENCIPTAAN DUNIA
Tuhan menciptakan alam semesta dan
seisinya untuk dipelihara, dijaga, dan ditujukan bagi kemaslahatan umat manusia
sbg penciptaanNYA yang paling sempurna.
Tuhan juga menurunkan ajaran dan
melahirkan Nabi dan Rasul sebagai media dalam menyampaikan pesan-pesan ILLAHI
yang memuat ttg Iman terhadap Tuhan sang pencipta, Tuhan Sang penjaga, Tuhan
sang pengakhir.
Ajaran yang merupakan wahyu ILLAHI
juga berisi pesan suci yang disampaikan Tuhan kpd manusia yang berisi tentang
nilai-nilai moral spirualitas yang memuat tentang hak dan kewajiban manusia ,
penghargaan dan hukuman yang merupakan garis dan batasan kedudukan manusia di
hadapan Tuhan sang pencipta.
Pesan-pesan ILLAHI tersebut
mengisyaratkan kepada manusia bahwa peradaban harus dibangun dan dipelihara
melalui akal budi dan implementasi kebaikan dalam kehidupan sosial sehari hari
sebagai perwujudan inner peace (kedamaian nurani) sebagai katalisator alamiah
dari sikap dan perilaku manusia sebagai makhluk sosial.
Dalam pesan ILLAHI yang lain, Tuhan
juga mengisyaratkan bahwa peradaban dunia akan mendapatkan ancaman yang lahir
dari sikap dan perilaku manusia yang menyimpang akibat hilangnya kedamaian
nurani yang diwujudkan dalam rusaknya akal budi dan hilangnya kebaikan dalam
kehidupan sosial sehari hari.
B. MANUSIA
SEBAGAI PEMIMPIN
Manusia sebagai pemimpin atau khalifah
memiliki kewajiban untuk beriman kepada Tuhan yang diwujudkan pada kepatuhannya
dalam menjalankan ajaran-ajaranNYA secara baik (Al Quran Nur karim Surah Al Baqarah ayat 30).
Sebagai Pemimpin atau Khalifah ,
manusia diberi Tuhan Ruh, Tubuh, nafsu dan akal sebagai suatu system yang akan
menentukan sikap dan perilaku manusia.Tokoh pembaharu islam Sayid Qutub
menyatakan “ manusia menurutnya bukanlah boneka tanpa nyawa, juga bukan bulu
yang melayang-layang di udara yang arahnya tergantung kemana arah angin
berhembus, tetapi manusia adalah actor yang memainkan peran yang merupakan
kodrat alamiah sebagai khalifah. Hendaknya manusia memainkan peran sebaik-baiknya, jika
berhasil maka ia berhak mendapatkan hadiah tetapi jika gagal mereka layak
diberi hukuman”.
2
C. KONFLIK SEBAGAI ANCAMAN PERADABAN
Pada kenyataannya sejarah peradaban
membuktikan bahwa dunia juga dipenuhi dengan konflik.Konflik merupakan
ancaman yang nyata bagi harmoni social. Konflik
merupakan perwujudan dari berbagai distorsi nilai, pertentangan pandangan,
penyimpangan ambisi yang merupakan penghianatan terhadap prinsip harmoni peradaban
didasarkan pada keselarasan
system social
sebagaimana sistem tata surya yang diciptakan oleh Tuhan Sang pencipta alam
semesta.
Konflik
sebagai bagian dari peradaban pada kenyataannya terus tumbuh dan berkembang
sejalan dengan usia peradaban itu sendiri.Sebagai ancaman terhadap peradaban
konflik selalu meninggalkan tangis,
kebencian, balas dendam dan kehancuran.
Konflik yang berkepanjangan akan
melahirkan peradaban dunia yang dipenuhi oleh kegelapan, kesengsaraan dan
ketakutan yang berkepanjangan dimana tidak ada lagi tempat yang aman, tidak ada
lagi wilayah yang damai.
Konflik juga
meniadakan kehendak Tuhan atas penciptaan dunia dan seisinya. Konflik
menyuburkan amarah dan membanjiri dunia dengan darah yang mengakibatkan manusia
kehilangan kesadaran dan kemampuannya sebagai pemimpin dunia.Konflik mendorong
dunia diambang kehancuran yang diwali dengan kehidupan tanpa peradaban.
D. SELAMATKAN PERADABAN
Peradaban
harus diselamatkan agar dunia tetap menjadi tempat yang indah, aman dan damai
sebagai mana cita-cita Tuhan. Manusia sebagai pemimpin dunia memiliki tanggung
jawab untuk mewujudkannya.
Manusia harus
memiliki semangat untuk mengembalikan sikap moral sebagai pemimpin dunia yang
didasarkan kepada keyakinan akan keberadaan Tuhan dan semua cita-cita dari
penciptaan dunia.
Pemikiran dan
langkah-langkah penyelamatan peradaban manusia dunia meliputi :
1.
Kembalikan serta pemurnian agama sebagai ajaran moral
spiritual dalam membangun budi pekerti luhur dan menumbuhkan kesadaran manusia
akan cita-cita dan hakekat penciptaan dunia oleh Tuhan yang Maha Esa.
2.
Hukum sebagai panglima dari system social yang
dilaksanakan secara sungguh-sungguh, berkeadilan dan beradab dalam rangka
melindungi peradaban dari ancaman yang ditimbulkan oleh sikap dan perilaku
manusia yang bertentangan dengan cita-cita kemanusiaan.
3.
Tumbuhkan kembali rasa persatuan dan kesatuan social sebagai
satu bangsa yang beradab dan memiliki cita-cita kemanusiaan yang sama.
4.
Memperkuat system demokrasi pada mekanisme musyawarah
mencapai mufakat sebagai mekanisme utama dalam mengelola persoalan kebangsaan
dengan saling menghormati hak-hak dasar sebagai manusia.
5.
Meningkatkan pemerataan kesejahteraan ekonomi melalui
pembangunan ekonomi yang didasarkan pada optimalisasi potensi alamiah bangsa.
6.
Menjaga keberagaman budaya bangsa sebagai bagian dari
identitas manusia yang beragam.
7.
Memperkuat
system social politik berdasarkan prinsip kerja sama dan kepentingan terbaik
untuk peradaban manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar