Kamis, 24 September 2015

konflik sebagai cita cita tuhan



HARMONI SOSIAL SEBAGAI CITA-CITA TUHAN
(MEMBANGUN BANGSA INDONESIA YG BERADAB)
OLEH
ANDRY WIBOWO, SIK,MH,MSI

A.   TUHAN DAN PENCIPTAAN DUNIA
Tuhan menciptakan alam semesta dan seisinya untuk dipelihara, dijaga, dan ditujukan bagi kemaslahatan umat manusia sbg penciptaanNYA yang paling sempurna.
Tuhan juga menurunkan ajaran dan melahirkan Nabi dan Rasul sebagai media dalam menyampaikan pesan-pesan ILLAHI yang memuat ttg Iman terhadap Tuhan sang pencipta, Tuhan Sang penjaga, Tuhan sang pengakhir.
Ajaran yang merupakan wahyu ILLAHI juga berisi pesan suci yang disampaikan Tuhan kpd manusia yang berisi tentang nilai-nilai moral spirualitas yang memuat tentang hak dan kewajiban manusia , penghargaan dan hukuman yang merupakan garis dan batasan kedudukan manusia di hadapan Tuhan sang pencipta.
Pesan-pesan ILLAHI tersebut mengisyaratkan kepada manusia bahwa peradaban harus dibangun dan dipelihara melalui akal budi dan implementasi kebaikan dalam kehidupan sosial sehari hari sebagai perwujudan inner peace (kedamaian nurani) sebagai katalisator alamiah dari sikap dan perilaku manusia sebagai makhluk sosial.
Dalam pesan ILLAHI yang lain, Tuhan juga mengisyaratkan bahwa peradaban dunia akan mendapatkan ancaman yang lahir dari sikap dan perilaku manusia yang menyimpang akibat hilangnya kedamaian nurani yang diwujudkan dalam rusaknya akal budi dan hilangnya kebaikan dalam kehidupan sosial sehari hari.

B.   MANUSIA SEBAGAI PEMIMPIN
Manusia sebagai pemimpin atau khalifah memiliki kewajiban untuk beriman kepada Tuhan yang diwujudkan pada kepatuhannya dalam menjalankan ajaran-ajaranNYA secara baik (Al Quran Nur karim  Surah Al Baqarah ayat 30).
Sebagai Pemimpin atau Khalifah , manusia diberi Tuhan Ruh, Tubuh, nafsu dan akal sebagai suatu system yang akan menentukan sikap dan perilaku manusia.Tokoh pembaharu islam Sayid Qutub menyatakan “ manusia menurutnya bukanlah boneka tanpa nyawa, juga bukan bulu yang melayang-layang di udara yang arahnya tergantung kemana arah angin berhembus, tetapi manusia adalah actor yang memainkan peran yang merupakan kodrat alamiah sebagai khalifah. Hendaknya manusia memainkan peran sebaik-baiknya, jika berhasil maka ia berhak mendapatkan hadiah tetapi jika gagal mereka layak diberi hukuman”.
                                                                                                    

2

C.   KONFLIK SEBAGAI ANCAMAN PERADABAN
Pada kenyataannya sejarah peradaban membuktikan bahwa dunia juga dipenuhi dengan konflik.Konflik merupakan ancaman  yang nyata bagi harmoni social. Konflik merupakan perwujudan dari berbagai distorsi nilai, pertentangan pandangan, penyimpangan ambisi yang merupakan penghianatan terhadap prinsip harmoni peradaban didasarkan pada keselarasan system social sebagaimana sistem tata surya yang diciptakan oleh Tuhan Sang pencipta alam semesta.
Konflik sebagai bagian dari peradaban pada kenyataannya terus tumbuh dan berkembang sejalan dengan usia peradaban itu sendiri.Sebagai ancaman terhadap peradaban konflik selalu meninggalkan tangis,  kebencian, balas dendam dan kehancuran.
Konflik yang berkepanjangan akan melahirkan peradaban dunia yang dipenuhi oleh kegelapan, kesengsaraan dan ketakutan yang berkepanjangan dimana tidak ada lagi tempat yang aman, tidak ada lagi wilayah yang damai.
Konflik juga meniadakan kehendak Tuhan atas penciptaan dunia dan seisinya. Konflik menyuburkan amarah dan membanjiri dunia dengan darah yang mengakibatkan manusia kehilangan kesadaran dan kemampuannya sebagai pemimpin dunia.Konflik mendorong dunia diambang kehancuran yang diwali dengan kehidupan tanpa peradaban.

D.   SELAMATKAN PERADABAN
Peradaban harus diselamatkan agar dunia tetap menjadi tempat yang indah, aman dan damai sebagai mana cita-cita Tuhan. Manusia sebagai pemimpin dunia memiliki tanggung jawab untuk mewujudkannya.
Manusia harus memiliki semangat untuk mengembalikan sikap moral sebagai pemimpin dunia yang didasarkan kepada keyakinan akan keberadaan Tuhan dan semua cita-cita dari penciptaan dunia.

Pemikiran dan langkah-langkah penyelamatan peradaban manusia dunia meliputi :

1.          Kembalikan serta pemurnian agama sebagai ajaran moral spiritual dalam membangun budi pekerti luhur dan menumbuhkan kesadaran manusia akan cita-cita dan hakekat penciptaan dunia oleh Tuhan yang Maha Esa.

2.          Hukum sebagai panglima dari system social yang dilaksanakan secara sungguh-sungguh, berkeadilan dan beradab dalam rangka melindungi peradaban dari ancaman yang ditimbulkan oleh sikap dan perilaku manusia yang bertentangan dengan cita-cita kemanusiaan.

3.          Tumbuhkan kembali rasa persatuan dan kesatuan social sebagai satu bangsa yang beradab dan memiliki cita-cita kemanusiaan yang sama.

4.          Memperkuat system demokrasi pada mekanisme musyawarah mencapai mufakat sebagai mekanisme utama dalam mengelola persoalan kebangsaan dengan saling menghormati hak-hak dasar sebagai manusia.

5.          Meningkatkan pemerataan kesejahteraan ekonomi melalui pembangunan ekonomi yang didasarkan pada optimalisasi  potensi alamiah bangsa.

6.          Menjaga keberagaman budaya bangsa sebagai bagian dari identitas manusia yang beragam.

7.           Memperkuat system social politik berdasarkan prinsip kerja sama dan kepentingan terbaik untuk peradaban manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar